Dunia bisnis dan marketing terus berkembang. Berkat teknologi baru, perusahaan kini dapat merespons permintaan pelanggan dengan lebih cepat dan dengan wawasan berbasis data yang lebih besar daripada sebelumnya.

Mereka yang dapat beradaptasi dan mengeksekusi dengan cepat dan akurat cenderung menuai hasilnya, sementara mereka yang tidak mau berubah akan ketinggalan zaman.

Artinya bahwa marketer juga harus mengikuti kecepatan perubahan dan mencari metode yang paling optimal dan mudah untuk tetap bertahan dalam persaingan di sekitar mereka.

Di sinilah agile marketing berperan yang merupakan salah satu tren paling banyak digunakan dalam industri marketing yang menciptakan banyak gebrakan.

Apa itu agile marketing itu? Bagaimana cara kerjanya? Semua pertanyaan ini akan dijawab di sini, di blog Konverzi!

Jadi, mari kita mulai pembahasannya.

Apa itu Agile Marketing

Agile Marketing adalah pendekatan marketing taktis di mana tim memprioritaskan pembuatan hasil yang bernilai tinggi, bekerja dalam waktu singkat dan intens untuk mencapai tujuan mereka, dan meningkatkan hasil dari waktu ke waktu. Pendekatan ini secara khusus digunakan untuk mengelola proyek-proyek yang berhubungan dengan pemasaran.

Tim yang mendiskusikan rencana pemasaran

Pendekatan ini berakar dari prinsip-prinsip metodologi pengembangan software tangkas yang digunakan oleh pengembang software.

Agile Marketing: Manfaat, 5 Prinsip utama dan Cara Menerapkan – Konverzi.com

Pada intinya, pendekatan ini adalah tentang mengidentifikasi dan berfokus pada upaya kolektif tim dalam proyek, mengukur dampaknya, dan belajar dari kesalahan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.

Tujuan utama dari agile marketing adalah untuk membantu eksekusi proyek dengan cara yang cepat dan dengan cara yang tidak mengorbankan keefektifan dan kualitas.

Aspek yang paling penting adalah mengikuti pendekatan inkremental saat mengembangkan proyek, dan menggunakan iterasi untuk meningkatkan dan menyempurnakan output yang dihasilkan pada setiap tahap pengembangan proyek daripada mencoba mengembangkan produk sekaligus.

Sekarang setelah mengetahui apa sebenarnya agile marketing itu, mari kita lihat manfaat dari pendekatan ini.

Manfaat Agile Marketing

Menurut pakar SEO, Moz, tim yang menggunakan Agile marketing menyelesaikan 30% hingga 40% lebih banyak tugas daripada tim yang menggunakan metode tradisional. Hal ini membuktikan bahwa agile marketing sangat efisien dalam membuat tim marketing bekerja lebih cerdas dan efektif.

Perlu juga dicatat bahwa tim yang beralih ke metode marketing tangkas tampaknya memiliki hasil yang lebih baik dan lebih jelas dalam hal pendapatan dan keuntungan. Faktanya, para peneliti di McKinsey & Company menemukan bahwa perusahaan yang telah beralih ke metodologi Agile Marketing mengalami peningkatan pendapatan sebesar 20% hingga 40%.

Selain itu, agile marketing membuat tim lebih bahagia dan juga terbukti bermanfaat bagi individu dalam tim. Sebuah studi menemukan bahwa 33% tim Agile Marketing melaporkan peningkatan moral tim setelah transformasi Agile, sementara 87% CMO Agile menemukan bahwa tim mereka menjadi lebih produktif setelah transisi ke Agile Marketing.

Semakin kita mendalami Agile Marketing, semakin banyak manfaat yang kita temukan. Ini

  • Membantu meningkatkan efisiensi dengan menghilangkan birokrasi dan langkah-langkah yang tidak perlu
  • Membantu menciptakan pertumbuhan yang konsisten
  • Menghasilkan ide-ide inovatif dengan mendapatkan data dan wawasan yang berharga
  • Memberikan ROI yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih rendah
  • Menyesuaikan dengan cepat ke strategi yang menarik bagi pelanggan dan meningkatkan konversi
  • Membuat tetap fokus pada pelanggan

BACA JUGA : Jasa SEO Bogor Terbaik Hasilkan Traffic Organid dan Konverzi

Jelas, agile marketing adalah sesuatu yang ingin disesuaikan dengan bisnis dan metode marketing. Jadi, apa saja proses yang terlibat di dalamnya? Mari kita cari tahu!

5 Prinsip Utama Proses Agile Marketing

Agile Marketing melibatkan lima prinsip utama yang perlu diperhatikan oleh setiap tim:

1. Beradaptasi dengan Perubahan

Teknik agile adalah tentang beradaptasi dengan perubahan dalam persyaratan atau ruang lingkup proyek. Bisnis dan proyek seharusnya terus berkembang, sehingga sangat penting untuk mengubah metode dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut harus ditinjau dan kemungkinan-kemungkinan baru harus diimplementasikan untuk mewujudkan agile.

Menerima penyesuaian yang tidak terduga mungkin sulit, terutama jika ada rencana yang sulit dan tidak fleksibel. Untuk menguasai Agile Marketing, tim perlu merangkul perubahan dan bukan menentangnya. Adalah baik untuk memiliki pikiran terbuka dalam menghadapi kejadian tak terduga.

2. Eksperimen

Marketing melibatkan eksperimen berulang kali untuk menemukan strategi apa yang paling cocok untuk kampanye dan metodologi agile menekankan eksperimen selama pengembangan proyek untuk menemukan solusi terbaik. Ketika kedua elemen ini digabungkan untuk membuat agile marketing, kebutuhan akan eksperimen menjadi lebih banyak lagi.

Seorang wanita sedang membuat rencana pemasaran

Apa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menguji berbagai ide dan teknik untuk melihat mana yang paling efektif. Sangat penting untuk menyoroti, bagaimanapun, bahwa pengujian direncanakan secara sistematis untuk meminimalkan kebingungan dan pemborosan waktu.

BACA JUGA : Apa itu Relationship Marketing? Manfaat, Membangun Hubungan

3. Iterasi

Iterasi digunakan dalam agile marketing untuk melakukan uji coba dan pengujian. Secara umum, Kamu harus menerapkan marketing plan dan mengamati bagaimana keberhasilannya di dalam sebuah iterasi. Kamu harus mengubah dan menjalankan kembali strategi berdasarkan reaksi dan hasil yang dihasilkannya hingga tujuan yang diinginkan tercapai secara efektif.

Iterasi adalah periode waktu kecil yang terjadi di sepanjang fase sprint dari metodologi agile. Pada akhir iterasi, Kamu perlu mengevaluasinya dan merencanakan iterasi berikutnya.

4. Kolaborasi, Interaksi, dan Feedback

Interaksi di antara anggota tim agile sangat penting karena hal ini mendorong aliran informasi yang lebih baik dan juga memungkinkan adanya masukan yang konstruktif.

Karena agile marketing mendorong pertemuan tatap muka, hal ini juga membantu memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik di antara tim. Hal ini memastikan bahwa tim memberikan nilai dan kualitas lebih awal dan lebih sering.

Ketika mendapatkan feedback secara teratur dari rekan-rekan serta klien yang ditargetkan melalui sebuah kampanye, marketing yang tangkas menjadi efektif. Sangat mudah untuk melihat seberapa baik pendekatan agile marketing bekerja dengan feedback.

Selain itu, feedback yang kamu dapatkan dari rekan kerja memungkinkan untuk menemukan kekurangan dalam kampanye pemasaran. Anggota tim juga dapat menyumbangkan solusi mereka untuk masalah selama sesi feedback. Jenis interaksi, kolaborasi, dan sesi feedback ini juga membantu meningkatkan proses pembuatan konten.

5. Pembelajaran dan Peningkatan

Aspek penting lainnya dari strategi agile marketing adalah pembelajaran. Wajar jika menemukan berbagai topik baru saat mencoba dan menguji, dan penting untuk mempelajari dan memahami semuanya.

Kamu juga harus melakukan studi dan memperluas keahlian untuk mengembangkan teknik pemasaran yang lebih sukses. Untuk menjadi pemasar yang tangkas dan efektif, Anda harus terus memperluas basis pengetahuan.

Bagaimana Cara Menerapkan Agile Marketing

Untuk mengimplementasikan Agile Marketing dalam bisnis tertentu, tim harus dipersiapkan untuk membantu mereka mengelola proyek dengan cara yang cepat dan gesit. Agar hal ini dapat dilakukan, ada beberapa tips yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan.

1. Persiapkan Tim

Langkah pertama adalah menyatukan tim yang terdiri dari individu-individu yang kompeten yang dapat bekerja sama dan menjalankan fungsi-fungsi tertentu. Pastikan semua anggota tim memahami dasar-dasar agile marketing, metodologi, dan prinsip-prinsip dasarnya.

Tim juga harus memahami tujuan dan sasaran agile marketing. Hal ini akan membantu menetapkan ekspektasi yang jelas dan memberi mereka arah yang tepat untuk bekerja.

Selain itu, tim harus memiliki kemampuan secara emosional dan mental untuk bertindak dan bekerja dengan cepat sesuai dengan kebutuhan pemasaran produk.

2. Rencanakan Sprint

Metodologi Agile sebagian besar ditentukan oleh metode Sprint. Sprint adalah jangka waktu yang singkat dan tetap di mana tim perlu menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Keseluruhan pekerjaan proyek perlu dibagi menjadi beberapa sprint. Keseluruhan pekerjaan proyek perlu dibagi menjadi beberapa sprint.

Sprint terkait pengembangan proyek agile sebagai sebuah proses membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya, sedangkan sprint untuk agile marketing idealnya hanya membutuhkan waktu satu minggu. Oleh karena itu, merencanakan sprint juga merupakan langkah penting dalam proses ini.

3. Visualisasikan Sprint

Agile marketing berkembang dengan baik ketika pekerjaan divisualisasikan dan dioptimalkan untuk waktu yang ditetapkan ke depan. Jadi, sangat disarankan untuk mengembangkan metode yang dapat diandalkan dan menggunakan alat yang efektif untuk melacak kemajuan proyek.

Sprint membantu tim mengeksekusi pekerjaan dengan lebih cepat dan mencapai hasil yang lebih baik. Manajemen waktu dan penilaian yang sering diperlukan untuk melacak dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Metode untuk mengawasi kemajuan proyek dapat menggunakan cara konvensional dengan menggunakan catatan tempel dan pelacakan pembaruan kemajuan di sub-tim atau menggunakan alat seperti papan Kanban online untuk menjaga akurasi sambil melacak kemajuan proyek secara individu dan keseluruhan.

Pelacakan wajib dilakukan untuk setiap sprint dan untuk setiap tugas dalam sprint.

BACA JUGA : Memahami Behavioral Segmentation: Manfaat dan Jenis Segmentasi Perilaku

4. Berkolaborasi

Kolaborasi dalam sebuah tim di antara para anggotanya adalah kunci dalam hal hasil yang maksimal untuk setiap proyek. Begitu pula halnya dengan agile marketing.

Seperti yang kita ketahui, agile marketing bekerja paling baik dalam eksekusi tugas yang cepat dan ketika itu adalah tim yang bekerja, sangat penting bahwa ada sinergi antara anggota tim.

Komunikasi yang tepat adalah hal yang wajib dilakukan untuk memastikan komunikasi tim yang efektif. Dan untuk memfasilitasi hal ini, tim perlu mengandalkan channel dan alat komunikasi yang membantu menyebarkan informasi dengan cepat dan dalam prosesnya memicu diskusi.

Semua orang dalam tim agile harus memiliki pemahaman yang sama dan ini akan membantu mereka menjadi lebih produktif dan dapat mencapai tujuan dan sasaran mereka dengan sukses.

6. Melakukan Tinjauan Sprint dan Retrospektif

Dalam agile marketing, tinjauan sprint dan retrospektif adalah dua pertemuan yang berbeda dan terpisah.

Tinjauan sprint adalah ketika orang-orang yang merencanakan sprint berkumpul untuk meninjau setiap sprint, penyelesaiannya, dan hasilnya. Pertemuan ini juga membahas tujuan apa saja yang tercapai dan mana yang tidak tercapai.

Sementara itu, sprint retrospective adalah pertemuan di mana para perencana sprint dan anggota yang mengerjakan sprint berkumpul untuk mendiskusikan proses umum dan menentukan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan.

Berdasarkan hasil dari kedua pertemuan ini, sesi perencanaan sprint berikutnya akan didiskusikan. Hal ini akan membantu memperbaiki di lain waktu dan memastikan proses dan alur kerja yang lebih lancar.

7. Uji, Analisis, dan Ulangi

Terakhir, sangat penting bagi untuk menguji, mengevaluasi, dan menganalisis hasil secara teratur sehingga dapat membuat keputusan berdasarkan data. Hal ini membantu menghilangkan kampanye pemasaran yang mahal dalam jangka panjang.

Karena kampanye lebih kecil dan lebih pendek, Kamu dapat dengan mudah mendapatkan hasil langsung dan karenanya dapat menyesuaikan dan meningkatkan kampanye dengan cara yang lebih teratur. Ini juga berarti bahwa kamu memberikan nilai waktu nyata bagi pelanggan.

Author

Digital Marketer: Facebook, Google Ads, Intagram Ads, SEO Specialist, SEO Content Writer, SEO Copywriter, Blogger

Write A Comment

Sales support kami disini siap membantu Anda!
👋 Hi, Ada yang bisa di bantu??